Kamis, 06 Maret 2014

Pengertian, Jenis, dan cara mengatasi inflasi

Pengertian inflasi, jenis inflasi dan cara mengatasi inflasi
Pengertian Inflasi
Inflasi merupakan suatu kondisi yang biasa dialami oleh suatu negara atau oleh suatu daerah, namun inflasi tersebut cenderung inflasi yang tergolong sebagai inflasi ringan. Ya, inflasi ringan, karena pada kenyataannya inflasi tidak hanya ada satu jenis saja, melainkan ada beberapa jenis, salah satunya adalah inflasi yang tergolong rendah tersebut. Dalam artikel saya kali ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan beberapa hal tentang inflasi seperti pengertian, jenis, penyebab, dan cara mengatasi inflasi, yang mungkin dapat dijadikan referensi belajar atau untuk hal-hal lainnya, dan yang terpenting adalah semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para pembaca dan untuk saya sendiri tentunya.

Pengertian Inflasi
Ada tiga faktor yang membentuk suatu definisi atau pengertian 
inflasi, faktor tersebut meliputi kenaikan harga, berlaku secara umum, dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.Faktor kenaikan harga, maksud dari kenaikan harga adalah bahwa harga saat ini lebih mahal dari harga sebelum saat ini.Faktor berlaku secara umum, bisa dikatakan bahwa maksud dari faktor ini adalah kenaikan harga tertentu yang diikuti oleh kenaikan harga-harga lainnya (harga-harga lain terpengaruh dengan kenaikan harga tertentu), misalkan jika harga BBM naik, maka kenaikan harga tersebut akan diikuti oleh naiknya harga lainnyaFaktor terjadi secara terus-menerus, yang dimaksud dengan faktor ini adalah bahwa kenaikan harga tersebut terjadi atau berlangsung secara terus-menerus (tidak terjadi sesaat)
Dari penjelasan faktor-faktor yang membentuk definisi atau pengertian inflasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan definisi atau pengertian unflasi adalah suatu kondisi kenaikan harga yang berlaku secara umum dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.
Jenis-jenis Inflasi
Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa inflasi tidak hanya ada satu jenis, melainkan ada beberapa jenis. Dibawah ini adalah 
jenis-jenis inflasiberdasarkan tingkat keparahannya.
  1. Inflasi ringan, inflasi dengan tingkat keparahan dibawah 10% dalam satu tahun
  2. Inflasi sedang, inflasi dengan tingkat keparahan diantara 10%-30% dalam satu tahun
  3. Inflasi berat, inflasi dengan tingkat keparahan diantara 30%-100% dalam satu tahun
  4. Hiper inflasi, inflasi dengan tingkat keparahan diatas 100% dalam satu tahun, inflasi ini merupakan inflasi yang sangat parah
Penyebab Inflasi
1. Menaiknya permintaan
Salah satu penyebab inflasi adalah adanya kenaikan permintaan, sedangkan penawaran (produk yang dapat dihasilkan atau produk yang tersedia dipasaran) tidak bisa mencukupi atau memenuhi permintaan tersebut, maka terjadilah kenaikan harga, yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan inflasi (jika barang tersebut merupakan barang yang sangat berpengaruh, seperti BBM).

2. Menaiknya biaya produksi
Ketika harga biaya produksi suatu produk mengalami kenaikan, maka harga produk yang dihasilkan tersebut juga akan naik.
Selain dua faktor penyebab inflasi diatas, masih ada lagi beberapa faktor penyebab inflasi lainnya, mungkin yang saya sebutkan diatas bisa dijadikan gambaran bagaimana inflasi dapat terjadi.

Cara Mengatasi Inflasi
Semua permasalahan saya yakin pasti ada jalan keluarnya, begitu juga dengan inflasi. Ada beberapa cara mengatasi inflasi yang terjadi, cara tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan non-moneter.
Cara mengatasi inflasi dengan menggunakan kebijakan moneter, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan kebijakan ini, contohnya adalah dengan politik diskonto, cara politik diskonto ini dilakukan dengan cara menaikkan suku bunga bank, dengan harapan agar masyarakat lebih tertarik untuk menyimpan uang yang dimilikinya dibank, jika cara tersebut sukses, maka jumlah uang yang beredar akan berkurang. Contoh lain dari kebijakan moneter adalah dengan politik saneringsanering merupakan istilah untuk pemotongan nilai uang, bukan pemotongan jumlah angka uang (redenominasi).
Cara mengatasi inflasi dengan menggunakan kebijakan fiskal, ada beberapa cara juga yang dapat dilakukan dengan kebijakan ini, salah satu contohnya adalah dengan pajak, dengan tarif pajak dinaikkan diharapkan uang yang beredar akan berkurang, uang yang beredar berkurang karena jumlah pajak yang disetorkan oleh masyarakat lebih besar (banyak) daripada sebelum tarif pajak naik.
Cara mengatasi inflasi dengan kebijakan non-moneter, contoh dari cara mengatasi inflasi dengan kebijakan ini adalah dengan meningkatkan produksi, pemerintah membantu dan mendorong para pengusaha untuk menaikkan atau meningkatkan produksinya, diharapkan dengan meningkatnya produksi akan menghasilkan output yang lebih banyak, dengan output yang beredar dipasaran lebih banyak maka harga diharapkan akan turun sehingga inflasi dapat diatasi.

Cara mengatasi inflasi 
1.  pemerintah berusaha menekan inflasi serendah-rendahnya karena inflasi tidak dapat dihapuskan sama sekali.
2.  Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga.
3.  Kebijakan moneter dengan cara bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar sehingga akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar.
4.  Memperkuat Politik diskonto (discount policy), yaitu politik bank sentral untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan dan menurunkan tingkat bunga.
5.  Kebijakan Pasar Terbuka (open market policy) yaitu dengan jalam membeli atau menjual surat-surat berharga.
6. menentukan cash ratio yaitu angka perbandingan minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek.giro dan sebagainya) yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan.
7. Menurunkan cadangan minimum sehingga jumlah uang yang beredar cenderung naik dan sebaliknya jika cadangan minimum dinaikan jumlah uang yang beredar cenderung turun.
Kebijakan fiskal
1.       Pengaturan Pengeluaran Pemerintah
2.       Menaikan Tarif Pajak
3.       Mengadakan Pimjaman Pemerintah


Kebijakan Non-Moneter
a) Menaikan Hasil Produksi
b) Kebijakan upah adalah tindakan menstabilkan upah dan gaji dengan cara gaji tidak sering dinaikan.
c) Pengaman harga dan distribusi barang


                 Menghitung Laju Inflasi

            1. GNP Deflator
GNP Deflator adalah rasio GNP (Gross National Product) nominal pada tahun tertentu terhadap GNP riil pada tahun tersebut.
            2. Indeks Harga Konsumen (IHK) atau consumer                     price index (CPI)


    3.  Indeks Harga Produsen (IHP)
    4.Indeks biaya hidup atau cost-of-living                        index (COLI).
    5. Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur        harga dari komoditas-komoditas tertentu.




Cara Mengatasi Deflasi

1. Menurunkan tingkat suku bunga.

2. Memberikan stimulus ekonomi berupa bantuan likuiditas ke sektor bisnis.

3.  Pemerintah juga dapat memotong pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk menggairahkan perekonomian.

4.  Dari sisi Bank Sentral, pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarkannya dengan uang tunai.

5.  Kebijakan Moneter
a) Politik Diskonto
        b) Kebijakan Pasar Terbuka
        c) Politik Persediaan Kas (cash ratio policy)
        d) Perubahan Cadangan Minimum
             Kebijakan Fiskal
        a) Pengaturan Pengeluaran Pemerintah
        b) Menurunkan Tarif Pajak
        c)  Mengadakan Pimjaman Pemerintah
3. Kebijakan Non-Moneter
b)      Kebijakan Upah
a)      Menurunkan Hasil Produksi


cara-cara menanggulangi Inflasi 

1.         Memperluas kesempatan kerja
3.         Meningkatkan kualitas kerja  dari tenaga  kerja yang  ada, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan.
         Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
         Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari
tempat dan sektor yang kelebihan ke tempat dan sektor
ekonomi yang kekurangan
isi  formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
         Mengadakan  pelatihan  tenaga  kerja  untuk  meng
         Segera mendirikan industri padat karya di wilayah
yang mengalami pengangguran.
mendirikan industri- industri baru, terutama yang bersifat padat karya
         Deregulasi  dan  debirokratisasi  di  berbagai  bida
ng  industri  untuk merangsang timbulnya investasi baru
seperti home industry
         Menggalakkan pengembangan sektor informal,
         Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap
tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
         Pembukaan  proyek-
         Pemberian informasi cepat jika ada lowongan kerja
di sektor lain, dan
         Melakukan pelatihan di bidang ketrampilan lain untuk
memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
         Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap
         Meningkatkan daya beli masyarakat.
barang dan jasa, dan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar