Pengertian
inflasi, jenis inflasi dan cara mengatasi inflasi
Pengertian
Inflasi
Inflasi
merupakan suatu kondisi yang biasa dialami oleh suatu negara atau
oleh suatu daerah, namun inflasi tersebut cenderung inflasi yang
tergolong sebagai inflasi ringan. Ya, inflasi ringan, karena pada
kenyataannya inflasi tidak hanya ada satu jenis saja, melainkan ada
beberapa jenis, salah satunya adalah inflasi yang tergolong rendah
tersebut. Dalam artikel saya kali ini, saya akan mencoba untuk
menjelaskan beberapa hal tentang inflasi seperti pengertian, jenis,
penyebab, dan cara mengatasi inflasi, yang mungkin dapat dijadikan
referensi belajar atau untuk hal-hal lainnya, dan yang terpenting
adalah semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para pembaca dan
untuk saya sendiri tentunya.
Pengertian Inflasi
Ada tiga faktor yang membentuk suatu definisi atau pengertian inflasi, faktor tersebut meliputi kenaikan harga, berlaku secara umum, dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.Faktor kenaikan harga, maksud dari kenaikan harga adalah bahwa harga saat ini lebih mahal dari harga sebelum saat ini.Faktor berlaku secara umum, bisa dikatakan bahwa maksud dari faktor ini adalah kenaikan harga tertentu yang diikuti oleh kenaikan harga-harga lainnya (harga-harga lain terpengaruh dengan kenaikan harga tertentu), misalkan jika harga BBM naik, maka kenaikan harga tersebut akan diikuti oleh naiknya harga lainnyaFaktor terjadi secara terus-menerus, yang dimaksud dengan faktor ini adalah bahwa kenaikan harga tersebut terjadi atau berlangsung secara terus-menerus (tidak terjadi sesaat)
Dari penjelasan faktor-faktor yang membentuk definisi atau pengertian inflasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan definisi atau pengertian unflasi adalah suatu kondisi kenaikan harga yang berlaku secara umum dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.
Jenis-jenis Inflasi
Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa inflasi tidak hanya ada satu jenis, melainkan ada beberapa jenis. Dibawah ini adalah jenis-jenis inflasiberdasarkan tingkat keparahannya.
Pengertian Inflasi
Ada tiga faktor yang membentuk suatu definisi atau pengertian inflasi, faktor tersebut meliputi kenaikan harga, berlaku secara umum, dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.Faktor kenaikan harga, maksud dari kenaikan harga adalah bahwa harga saat ini lebih mahal dari harga sebelum saat ini.Faktor berlaku secara umum, bisa dikatakan bahwa maksud dari faktor ini adalah kenaikan harga tertentu yang diikuti oleh kenaikan harga-harga lainnya (harga-harga lain terpengaruh dengan kenaikan harga tertentu), misalkan jika harga BBM naik, maka kenaikan harga tersebut akan diikuti oleh naiknya harga lainnyaFaktor terjadi secara terus-menerus, yang dimaksud dengan faktor ini adalah bahwa kenaikan harga tersebut terjadi atau berlangsung secara terus-menerus (tidak terjadi sesaat)
Dari penjelasan faktor-faktor yang membentuk definisi atau pengertian inflasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan definisi atau pengertian unflasi adalah suatu kondisi kenaikan harga yang berlaku secara umum dan terjadi (berlangsung) secara terus-menerus.
Jenis-jenis Inflasi
Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa inflasi tidak hanya ada satu jenis, melainkan ada beberapa jenis. Dibawah ini adalah jenis-jenis inflasiberdasarkan tingkat keparahannya.
- Inflasi ringan, inflasi dengan tingkat keparahan dibawah 10% dalam satu tahun
- Inflasi sedang, inflasi dengan tingkat keparahan diantara 10%-30% dalam satu tahun
- Inflasi berat, inflasi dengan tingkat keparahan diantara 30%-100% dalam satu tahun
- Hiper inflasi, inflasi dengan tingkat keparahan diatas 100% dalam satu tahun, inflasi ini merupakan inflasi yang sangat parah
Penyebab
Inflasi
1.
Menaiknya permintaan
Salah
satu penyebab inflasi adalah adanya kenaikan permintaan, sedangkan
penawaran (produk yang dapat dihasilkan atau produk yang tersedia
dipasaran) tidak bisa mencukupi atau memenuhi permintaan tersebut,
maka terjadilah kenaikan harga, yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan
inflasi (jika barang tersebut merupakan barang yang sangat
berpengaruh, seperti BBM).
2.
Menaiknya biaya produksi
Ketika
harga biaya produksi suatu produk mengalami kenaikan, maka harga
produk yang dihasilkan tersebut juga akan naik.
Selain
dua faktor penyebab inflasi diatas, masih ada lagi beberapa faktor
penyebab inflasi lainnya, mungkin yang saya sebutkan diatas bisa
dijadikan gambaran bagaimana inflasi dapat terjadi.
Cara
Mengatasi Inflasi
Semua
permasalahan saya yakin pasti ada jalan keluarnya, begitu juga dengan
inflasi. Ada beberapa cara mengatasi inflasi yang terjadi, cara
tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kebijakan moneter,
kebijakan fiskal, dan kebijakan non-moneter.
Cara
mengatasi inflasi dengan menggunakan kebijakan moneter,
ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan kebijakan ini,
contohnya adalah dengan politik
diskonto,
cara politik diskonto ini
dilakukan dengan cara menaikkan suku bunga bank, dengan harapan agar
masyarakat lebih tertarik untuk menyimpan uang yang dimilikinya
dibank, jika cara tersebut sukses, maka jumlah uang yang beredar akan
berkurang. Contoh lain dari kebijakan moneter adalah dengan politik
sanering, sanering merupakan
istilah untuk pemotongan nilai uang, bukan pemotongan jumlah angka
uang (redenominasi).
Cara
mengatasi inflasi dengan menggunakan kebijakan fiskal,
ada beberapa cara juga yang dapat dilakukan dengan kebijakan ini,
salah satu contohnya adalah dengan pajak, dengan tarif pajak
dinaikkan diharapkan uang yang beredar akan berkurang, uang yang
beredar berkurang karena jumlah pajak yang disetorkan oleh masyarakat
lebih besar (banyak) daripada sebelum tarif pajak naik.
Cara
mengatasi inflasi dengan kebijakan non-moneter,
contoh dari cara mengatasi inflasi dengan kebijakan ini adalah dengan
meningkatkan produksi, pemerintah membantu dan mendorong para
pengusaha untuk menaikkan atau meningkatkan produksinya, diharapkan
dengan meningkatnya produksi akan menghasilkan output yang lebih
banyak, dengan output yang beredar dipasaran lebih banyak maka harga
diharapkan akan turun sehingga inflasi dapat diatasi.
Cara
mengatasi inflasi
1. pemerintah
berusaha menekan inflasi serendah-rendahnya karena inflasi tidak
dapat dihapuskan sama sekali.
2. Bank
sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat
suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga.
3. Kebijakan
moneter dengan cara bank
sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar sehingga akan
terjadi perubahan jumlah uang yang beredar.
4. Memperkuat
Politik diskonto (discount policy), yaitu politik bank sentral untuk
mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan dan menurunkan
tingkat bunga.
5. Kebijakan
Pasar Terbuka (open market policy) yaitu dengan jalam membeli atau
menjual surat-surat berharga.
6. menentukan
cash ratio yaitu angka perbandingan minimum antara uang tunai yang
dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek.giro dan
sebagainya) yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan.
7. Menurunkan
cadangan minimum sehingga jumlah uang yang beredar cenderung naik dan
sebaliknya jika cadangan minimum dinaikan jumlah uang yang beredar
cenderung turun.
Kebijakan
fiskal
1. Pengaturan
Pengeluaran Pemerintah
2. Menaikan
Tarif Pajak
3. Mengadakan
Pimjaman Pemerintah
Kebijakan
Non-Moneter
a) Menaikan
Hasil Produksi
b) Kebijakan
upah adalah tindakan menstabilkan upah dan gaji dengan cara gaji
tidak sering dinaikan.
c) Pengaman
harga dan distribusi barang
Menghitung Laju Inflasi
1.
GNP Deflator
GNP
Deflator adalah rasio GNP (Gross National Product) nominal pada tahun
tertentu terhadap GNP riil pada tahun tersebut.
2.
Indeks Harga Konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI)
3. Indeks
Harga Produsen (IHP)
Cara
Mengatasi Deflasi
1. Menurunkan
tingkat suku bunga.
2. Memberikan
stimulus ekonomi berupa bantuan likuiditas ke sektor bisnis.
3. Pemerintah
juga dapat memotong pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk
menggairahkan perekonomian.
4. Dari
sisi Bank Sentral, pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang
di masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan
menukarkannya dengan uang tunai.
5. Kebijakan
Moneter
a) Politik Diskonto
b) Kebijakan Pasar Terbuka
c) Politik Persediaan Kas (cash ratio policy)
d) Perubahan Cadangan Minimum
Kebijakan Fiskal
a) Pengaturan Pengeluaran Pemerintah
b) Menurunkan Tarif Pajak
c) Mengadakan Pimjaman Pemerintah
3.
Kebijakan Non-Moneter
b)
Kebijakan Upah
a)
Menurunkan Hasil Produksi
cara-cara
menanggulangi Inflasi
1. Memperluas
kesempatan kerja
3. Meningkatkan
kualitas kerja dari tenaga kerja yang ada, sehingga
mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan.
Peningkatan
mobilitas modal dan tenaga kerja
Segera
memindahkan kelebihan tenaga kerja dari
tempat
dan sektor yang kelebihan ke tempat dan sektor
ekonomi
yang kekurangan
isi
formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
Mengadakan
pelatihan tenaga kerja untuk meng
Segera
mendirikan industri padat karya di wilayah
yang
mengalami pengangguran.
mendirikan
industri- industri baru, terutama yang bersifat padat karya
Deregulasi
dan debirokratisasi di berbagai bida
ng
industri untuk merangsang timbulnya investasi baru
seperti
home industry
Menggalakkan
pengembangan sektor informal,
Menggalakkan
program transmigrasi untuk menyerap
tenaga
kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.
Pembukaan
proyek-
Pemberian
informasi cepat jika ada lowongan kerja
di
sektor lain, dan
Melakukan
pelatihan di bidang ketrampilan lain untuk
memanfaatkan
waktu ketika menunggu musim tertentu.
Mengarahkan
permintaan masyarakat terhadap
Meningkatkan
daya beli masyarakat.
barang
dan jasa, dan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar