Rabu, 02 Juli 2014

Resensi Film Maleficent

Maleficent


Pemain:
Angelina Jolie
sebagai Maleficent
Elle Fanning sebagai Aurora
Imelda Staunton, Lesley Manville, dan Juno Temple sebagai Thistlewit, Knotgrass and Flittle (Peri penjaga Aurora)
India Eisley sebagai Maleficent Remaja
Sam Riley sebagai Diaval (pengawal Maleficent)
Sharlto Copley sebagai Stefan
Vivienne Jolie-Pitt sebagai Aurora kecil
Brenton Thwaites sebagai Pangeran Philip
Peter Capaldi sebagai Raja Kinloch (paman maleficent)
Jamie Sives sebagai Raja Henry
Toby Regbo sebagai stefan kecil
Sutradara: Robert Stromberg
Produser: Don Hahn, Joe Roth, Scott Michael Murray
Penulis Naskah: Paul Dini, Linda Woolverton
Genre: Aksi, Petualangan, Fantasi
Studio: Walt Disney Picture

Sinopsis
"Maleficent" adalah seorang wanita baik hati, ia tumbuh di sebuah kerajaan di negeri peri Moors yang indah. Maleficent remaja bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Stefan berusaha masuk ke Moors dan mencuri sebutir berlian. Tindakan tersebut diketahui oleh Maleficent. Ia meminta kembali berlian itu. Pertemuan ini menjadi awal hubungan persahabatan Stefan dan Maleficent. Hingga saat Maleficent berusia 16 tahun, Stefan memberikannya ciuman yang dinamakan ciuman sejati. Maleficent pun mulai mencintai Stefan dan sejak itu selalu menunggu pria tersebut di Moors.
Sementara itu, Stefan dengan segala ambisinya berusaha menjadi penguasa di kerajaan. Ia pun menjadi salah satu pengawal raja Henry. Raja Henry yang merencanakan penyerangan ke Moors untuk merebut harta yang tersimpan di dalamnya. Terjadilah peperangan Raja Henry dengan Maleficent. Dengan kekuatan sihirnya, Maleficent berhasil melumpuhkan pasukan kerajaan dan melukai Raja Henry. Kemudian Henry membuat suatu perjanjian kepada semua pengawalnya siapapun yang berhasil membunuh Maleficen, maka Ia berhak menjadi penerusnya.
Pengkhianatan yang diterima Maleficent akhirnya merubah hatinya menjadi sedingin es. Stefan kemudian diangkat menjadi raja dan menikahi Putri Henry. Dendam Maleficent kian menjadi-jadi ketika istri Stefan melahirkan seorang putri yang bernama Aurora. Di hari pembaptisan Aurora, Maleficent mendatangi kerajaan dan mengutuk bayi tersebut. Seperti cerita di film kartunya, kutukan yang diberikan Maleficent adalah di usia 16 tahun, Putri Aurora akan tertusuk jarum mesin pemintal dan akan tertidur selamanya. Ia hanya akan terbangun oleh ciuman sejati.
Takut akan kutukan tersebut, Stefan mengungsikan Aurora ke hutan dan dirawat oleh tiga peri kecil yang selanjutnya berubah menjadi tiga wanita desa yang menyamar. Aurora remaja pada akhirnya bertemu dengan Maleficent. Maleficent melihat kesamaan dirinya dengan gadis itu dan semakin menyayanginya. Maleficent berusaha menarik kembali kutukan yang diberikannya, namun tidak bisa. Sehari sebelum ulang tahun yang ke-16 Aurora akhirnya mengetahui asal-usulnya dan kutukan tersebut dari tiga peri pengasuhnya. Setelah mengetahui Maleficent yang mengutuknya, Aurora beralih membenci Maleficent.
Sementara itu, Maleficent mencari seorang pria yang bernama pangeran Philip yang sebelumnya pernah bertemu dengan Aurora. Walau tak percaya dengan adanya Ciuman sejati, Maleficent berusaha menyelamatkan Aurora melalui Philip. Sesampainya di istana, Philip mencium Putri Aurora. Namun sayangnya kutukan itu tidak pudar, Putri Aurora tetap tertidur tak berdaya. Putus asa, Maleficentpun menyesali perbuatannya yang kejam. Sambil mengucapkan selamat tinggal, Ia mencium kening Aurora. Dan keajaibanpun terjadi, Aurora tersadar dan kutukan itupun berakhir.
Aurora yang tak sengaja menemukan sayap Maleficent yang dipajang di kamar ayahnya. Penasaran Ia membukanya dan akhirnya sayap itu hidup kembali dan menuju pemiliknya, Maleficent. Dengan kembalinya sayap tersebut, kekuatan Maleficent kembali sempurna. Dengan kepakan sayapnya ia berhasil menaklukkan Stefan dan pasukannya. Kematian Stefan menjadikan Aurora sebagai penerus tahta. Bersama Maleficent, Istana dan Moorspun bersatu di bawah kekuasaan Ratu Aurora.
Sang pangeran hanya muncul sebagai bintang tamu saja dan sebagai tambahan. Termasuk sang putri tidur sendiri merupakan pemeran pembantu. Tokoh utamanya adalah Maleficent, sosok yang dulu digambarkan sebagai orang jahat sekarang muncul sebagai orang baik. Film ini cocok sebagai tontonan di saat anak-anak, karena penuh dengan gambar-gambar fantasi dan imajinasi. Visual yang sangat indah bagiakan negeri dogeng sangat tergambar di film ini. Penuh dengan hiburan dan berakhir dengan happy ending. Sangat disarankan untuk ditonton oleh semua umur, karena tidak ada adegan pertarungan dan adegan percintaan pun hanya sedikit.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar