TEORI
KOMUNIKASI
(Resume
Model Psycodynamic, Pelaku komunikasi, Disonansi Kognitif,
Pesan,
Persuasif, dan Media)
Model-Model Komunikasi
Model
Laswell, Menganggap
komunikasi sebagai proses persuasif. Proses tersebut terdiri dari
Komunikator – IP – Medium – Komunikan – Efek. Tidak adanya
umpan balik (feedback) dari komunikan dan tidak adanya hubungan
kausalitas (sebab-akibat) dan membesar-besarkan efek dari hasil
berkomunikasi tersebut.
Model
Braddock, Proses
komunikasi yang hampir sama dengan model Laswell, namun terdapat
tambahan dalam model ini yaitu adanya situasi dan tujuan dalam
berkomunikasi.
Model
Shannon and Weaver, Komunikator,
ip komunikan, medium, tujuan dan noise (hambatan) pada bagian medium
atau alat pemacar (sinyal). Proses komunikasi itu bisa gagal, karena
banyaknya hambatan sehingga pesan yang disampaikan komunikator tidak
dipahami atau dimengerti komunikan.
Model
Defleur, Proses
komunikasi dimana komunikator menerima feedback dari komunikan dan
noise (hambatan) pada semua komponen yaitu sumber, pemancar, saluran,
penerima dan tujuan
Model
Lingkaran Osgood dan Schramm, Proses
komunikasi berbentuk lingkaran dengan adanya feedback.
Komunikator-komunikan bergantian memberikan feedback. Komunikator
(encoder) komunikan (decoder) dan interpreter (ip).
Model
Helical (spiral) Dance, Proses
komunikasi bergerak maju (dinamis) dan ketika komunikator-komunikan
berkomunikasi sekarang akan mempengaruhi struktur dan isi komunikasi
yang berikutnya dan memperdalam pengetahuan atau informasi yang
didapat oleh komunikan serta tidak adanya feedback.
Model
Gebner, Proses
komunikasi dengan adanya hubungan antara persepsi dan produksi pesan.
Persepsi dihasilkan oleh konteks(isi, situasi, sudut
pandang),seleksi(bobot pemberitaan) dan ketersediaan informasi dan
penyajian informasi sedangkan produksi pesan dihasilkan oleh
penggunaan media dan kontrol media. Hubungan saling pengaruh antara
persepsi dan produksi pesan, karena proses komunikasi antar manusia
bersifat subyektif, terbuka, selektif, bervariasi dan tidak dapat
terduga.
Model ABX
Newcomb, komunikasi
akan terus berjalan dan terjadi jika tidak adanya kesesuaian
komunikasi atau ketidakseimbangan antara individu A dan B tentang
suatu objek X yang sedang dibicarakan akibat perbedaan sikap,
pandangan dan persepsi sehingga tidak ada kesepakatan. Asumsi:
komunikasi merupakan fungsi penting yang memungkinkan dua orang atau
lebih mempertahankan orientasi satu sama lain terhadap suatu objek
dilingkungan eksternal mereka. Fungsi atau tujuan, membangun kesamaan
pemahaman, persepsi, sikap
agar seimbang. Dengan daya tarik, dan
demi hal yang penting, dan
relevan
terhadap masyarakat
Model
Konseptual Westley & Maclean, Situasi
komunikasi massa yang membahas mengenai hubungan antara dua orang
atau lebih yang saling berinteraksi dengan obyek-obyek di luar
mereka. A(Penyokong atau penganjur), B (Audiens), C(Organisasi
media), X(Kejadian atau objek) memiliki perbedaan kepentingan,
seperti C tidak berkepentingan, karena hanya menyampaikan informasi
kepada B dan A sangat berkepentingan karena, A dapat mempengaruhi dan
mengajak B.
Model
Riley and Riley, proses
komunikasi terbagi dalam kelompok-kelompok yaitu, kelempok
primer dengan kelompok besar (sekunder)
yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, sistem sosial atau struktur
sosial, tingkat interaksi dan tingkat kedekatannya (intensitas).
Model ini menjelaskan bagaimana dampak yang dihasilkan oleh media
massa terhadap individu atau sekelompok orang.
Model
Maletzke, Komunikasi
massa pada sebuah proses yang dipengaruhi oleh faktor sosiologis dan
psikologis seperti citra diri, kredibelitas media, struktur
kepribadian, tekanan dan kendala, tim-tim kerja, organisasi dan
lingkungan sosial. Akibat(Y) memilih isi media, persepsi komunikan
terhadap isi media dan efek media maka sebabnya(X) adalah citra diri,
struktur kepribadian, komunikasi sebagai anggota khalayak dan
lingkungan sosial dapat terpengaruh.
Model
SOR, media
massa mempengaruhi tingkah laku masyarakat sesuai keinginan
lembaga-lembaga yang memiliki kekuatan dan kekuasaan dan masyarakat
modern terdiri dari kumpulan-kumpulan individu yang terpecah-pecah
dan bertindak sesuai dengan kepentingannya sendiri. Isi
pernyataan (stimulus), komunikan (organisme), dan efek (respon)
S-O-R. Jika
ingin mengubah tingkah laku maka harus mengubah sikap, jika ingin
mengubah sikap maka harus mengubah IP persuasif. Asumsi:
Teknologi produksi yang netral diharapkan dapat maksimal dalam
penerimaan dan respon, Antara pelaksana kampanya media dengan
individu terjadi kontak langsung, IP dari komunikan sama derajatnya,
Kontak dengan media dianggap sebagai efek dalam tingkatan tertentu.
Model
Psycodynamic, Keefektifan
persuasif terletak pada kemampuan merubah struktur psikologis orang
perorang melalui modifikasi ini akan didapat reaksi tingkah laku
seperti yang diinginkan.
Pelaku
Komunikasi
Teori
Sifat, Sifat adalah sebuah kualitas atau
karakteristik pembeda; ini merupakan cara berpikir, merasakan, dan
bertingkah laku yang konsisten terhadap situasi. Ada dua sifat yang
diteliti dalam tardisi ini:
^
Pertentangan
(argumentativeness) adalah tentang topik-topik kontroversial yang
mendukung persepsi anda, dan menolak keyakinan yang berbeda-beda.
^ Kecemasan
dalam berkomunikasi dan bersosialisasi
Ketakutan
berkomunikasi yang terdiri atas penghindaran sosial, kecemasan
sosial, kecemasan berinteraksi, dan keseganan.
Model
Faktor Sifat, Neuroticism
yaitu merasakan emosi negatif dan kesedihan,
Extraversion
yaitu menikmati berada dalam kelompok,
menjadi tegas, dan berpikir optimis, Openness,
yaitu reflektif, imajinasi dan memperhatikan perasaan dan pemikir
mandiri, Agreeableness yaitu
menyukai dan simpatik kepada orang lain, ingin membantu orang lain,
serta menghindari permusuhan, Conscientiousness
yaitu manjadi pribadi yang disiplin, melawan gerak hati nurani,
teratur dan mampu menyelesaikan tugas.
Sifat,
Watak, Biologis, sifat adalah dari watak yang
berakar pada susunan neoubiologis yang ditentukan secara genetis atau
aktivitas otak dan penyebab tingginya CA (Communication Apprehension)
adalah karena faktor biologis.
Kognisi
dan Pengolahan Informasi, menjelaskan
bagaimana anda berfikir, mengatur dan menyimpan informasi, serta
kognisi membantu membentuk perilaku anda.
Teori
Atribusi, setiap
individu mencoba untuk memahami prilaku mereka sendiri dan orang lain
dengan cara kita menyimpulkan penyebab perilaku tersebut, perilaku
kita dan perilaku orang lain. Dipengaruhi oleh lingkungan, pribadi,
kemapuan, usaha, keinginan, perasaan, keterlibatan, kewajiban, dan
perizinan.
Teori
Penilaian Sosial, bagaimana kita membuat
penilaian mengenai pernyataan yang kita dengar, memperkirakan
bagaimana menilai pesan dari teman dan bagaimana penilaian ini akan
berpengaruh pada sistem keyakinan anda sendiri. Siapa yang
dipengaruhi dan karena apa.
Teori
Kemungkinan Elaborasi, memahami semua
perbedaan merupakan teori persuasi untuk mempredeksi kapan serta
bagaimana anda akan dan tidak akan terbujuk oleh pesan.
Teori
Penggabungan Informasi,
pelaku komunikasi mengatur informasi tentang semua orang, objek,
situasi, dan gagasan yang membentuk sikap atau untuk bertindak
dengan cara yang positif atau negatif terhadap beberapa objek. Dua
variabel mempengaruhi perubahan sikap yaitu, valence
atau arahan dan bobot
yang anda berikan terhadap informasi.
Teori
Nilai Ekspektasi,
yaitu tentang keyakinan, pertama, yakin
pada suatu
hal. Ketika anda meyakini sesuatu, anda akan berkata bahwa hal
tersebut ada. Kedua yakin
tentang
adalah perasaan anda pada kemungkinan bahwa hubungan tertentu ada di
antar dua hal. Perbandingan antara
Teori
Tindakan yang beralasan,
intensi dari prilaku tertentu ditentukan oleh sikap anda terhadap
prilaku dan kumpulan keyakinan tentang bagimana orang lain ingin anda
berprilaku. Anggap saja kinerja anda di kampus sebagai contohnya.
Teori
Konsistensi,
berhubungan dengan sikap, perubahan sikap, dan kepercayaan. Dimulai
dengan dasar pikiran yang sama, yaitu orang lebih nyaman dengan
konsistensi daripada inkonsistensi. Konsistensi adalah prinsip utama
dalam proses kognitif dan perubahan sikap yang dapat dihasilkan dari
informasi yang dapat mengacaukan keseimbangan ini.
Teori
Disonasi Kognitif
yaitu manusia sebagai pelaku komunikasi memiliki beragam elemen
kognitif, seperti sikap, presepsi, pengetahuan dan perilaku.
Elemen-elemen tersebut saling berhubungan. Ada tiga macam hubungan
yaitu, tidak
berhubungan, cocok atau
sesuai, dan
tidak cocok atau
disonansi. Mendorong
orang menghilangkan keraguan tersebut, akan mencari tahu kebenaran
informasi dengan informasi yang tersedia.
Teori
Interaksi Simbolik, mengenai
diri seseorang dan hubungannya dengan masyarakat dan konsep diri
melalui interaksi.
Disonansi
Kognitif
Disonansi Kognitif yaitu perasaan yang tidak seimbang
dan perasaan ketidakyamanan yang diakibatkan oleh sikap, pemikiran,
dan perilaku yang tidak konsisten. Asumsi teori disonansi adalah
penjelasan bagaimana keyakinan dan perilaku mengubah sikap.
Empat
asumsi dasarnya:
- Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada keyakinan, sikap dan perilaku.
- Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi psikologis
- Disonansi yaitu perasaan tidak suka mendorong orang melakukan tindakan-tindakan dengan dampak yang dapat diukur
- Disonansi akan mendorong usaha untuk memperoleh dan mengurangi kosonansi
Ada
3 faktor yang menentukan tingkat disonansi:
- Tingkat kepentingan (importance), faktor yang merujuk pada seberapa signifikan masalah itu
- Rasio disonansi, yaitu faktor jumlah kognisi konsonan berbanding dengan disonan
- Rasionalitas untuk menjelaskan mengapa sebuah inkonsisten muncul
Cara
mengurangi disonansi:
Mengurangi pentingnya keyakinan disonan kita, Menambah keyakinan yang
konsonan, Menghapuskan disonan dengan cara tertentu.
Disonansi
Kognitif dan Persepsi:
- Terpaan selektif, yaitu metode untuk mengurangi disonansi dengan mencari informasi yang konsona dengan keyakinan dan tindakan yang ada saat ini
- Perhatian selektif, yaitu memberikan perhatian informasi yang konsonan dengan keyakinan dan tindakan yang ada saat ini
- Interprestasi selektif, yaitu meningkatkan informasi yang ambigu sehingga informasi menjadi konsisten dengan keyakinan dan tindakan saat ini
- Retensi selektif, yaitu meningkatkan informasi yang konsonan dengan keyakinan dan tindakan yang ada saat ini
Pesan
Teori
simbol: Susanne Langer, yaitu simbol atau
kumpulan simbol-simbol bekerja dengan menghubungkan sebuah konsep,
ide umum, pola, atau bentuk. Konsep adalah makna yang disepakati
bersama-sama di antara pelaku komunikasi. Sebuah tanda berhubungan
erat dengan makna dari kejadian sebenarnya. Simbol digunakan dengan
cara yang lebih kompleks dengan membuat seseorang untuk berfikir
tentang sesuatu yang terpisah dari kehadirannya.
Pondasi
Klasik Bahasa, Bahasa adalah sebuah struktur,
tetapi juga memperkuat ide dasar bahwa bahasa dan realitas adalah
terpisah. Teori semiotik berhubungan erat dengan bahasa karena setiap
pesan yang disampaikan akan melalui bahasa.
Teori-teori
Sistem Non-verbal, menganggap bahwa bahasa
dan perilaku lebih sering bekerja bersama. Komunikasi non-verbal
yaitu untuk menyusun berbagai peristiwa yang membingungkan, dari
mimik muka sampai hentakan otot.
Kode
Non-verbal, kumpulan perilaku yang digunakan
untuk menyampaikan arti. Kode non-verbal cenderung analog daripada
digital, memiliki kemiripan fitur, terdapat makna universal, adanya
transmisi berkesinambungan, sinyalnya sering menimbulkan respon
otomatis. Kode non-verbal memiliki dimensi semantik (makna sebuah
tanda), sintaksis (tanda yang disusun kedalam sistem ke dalam tanda
lainnya), dan pragmatis (pengaruh atau perilaku atas tanda yang
muncul).
Proxemics,
mengacu pada penggunaan jarak dalam
komunikasi. Ada tiga jenis jarak yaitu karakteristik ruang terbatas
(fixed-feature space) terdiri dari benda-benda yang tidak dapat
dipindahkan seperti dinding dan kamar, ruang karakteristik semi
terbatas (semi-fixed-feature space) meliputi objek yang dapat
bergerak seperti furnitur, ruang informal (informal space) adalah
daerah pribadi yang menentukan jarak antarpribadi di antara manusia.
Teori
Aksi Berbicara, bagiamana manusia
menyempurnakan hal-hal dengan kata-katanya. Ada beberapa aksi
berbicara yaitu aksi terungkap (utterance act) sebuah penyebutan
kata-kata adalam kalimat dengan sederhana, aksi usulan (propositional
act) menegasakan sesuatu tentang dunia, aksi berkehendak
(illocutionary act) memenuhi sebuah niat dan aksi mempengaruhi
(perlocutionary act) yang dirancang supaya berpengaruh pada perilaku
orang lain.
Teori
Identifikasi Kenneth Burke, pelaku komunikasi
menempatkan makna pada sebuah aksi berbicara yang menghubungkan antaa
perbedaan pelaku komunikasi dengan aksi berbicara. Perbedaan itu
antara lain, tindakan dan gerakan.
Bahasa
dan Gender, Mengkaji teori-teori yang
berhubungan dengan gender sampai tradasi sosial budaya. Semua teori
ini terkait dengan bagaimana gender mempengaruhi bahasa dan
sebaliknya membangun sebuah dunia sosial khusus.
Bahasa
layaknya Gender, Pengalaman seseorang tidak
lepas dari pengaruh bahasa. Bahkan, kategori laki-laki dan wanita
adalah hasil dari pembentukan secara linguistik. Kita dididik untuk
melihat dua jenis kelamin. Ide bahwa penyusunan kekuasaan sosial
sebagian besar ditanamkan dalam bahasa yang juga berarti bahwa bahasa
dan dunia sering merendam wanita. Wanita cenderung menggunakan bentuk
non verbal yang berbeda daripada laki-laki.
Gaya
Feminim, gaya feminim terhubung pada “craft
learning” yang berhubungan dengan ibu rumah tangga dan dunia ibu
(peranan feminim) seperti menjahit, menyulam, memasak, dan mengurus
tanaman, tetapi juga keahlian secara emosional seperti pemeliharaan,
empati, dan alasan yang konkret.
Teori
Penyusunan Tindakan, Individu menyusun pesan
dengan menggunakan kandungan pengetahuan dan pengetahuan prosedural.
Pengetahuan prosedural terdiri dari urat syaraf yang berhubungan
dengan prilaku, akibat, dan situasi. Teori penyusunan tindakan ini
mungkin juga disebut sebagai sebuah teori mikrokognitif karena
berhubungan dengan pengoperasian kognitif
Persuasi
Persuasi adalah sikap akibat paparan informasi dari
orang lain. sikap adalah rasa suka /tidak suka kita pada sesuatu.
Sikap memiliki 3 komponen yaitu (1) afektif – menyukai terhadap
objek tertentu, (2) kognitif – keyakinan terhadap objek tertentu.
(3) perilaku – tindakan terhadap objek.
Ada juga struktur sikap terdiri dari dua yaitu (1)
antarsikap (interattudinal) yaitu merujuk pada sikap ke dalam
grup-grup sedangkan intrasikap ( intra-attudinal) yaitu pada cara
komponen sikap saling berkaitan.
Teknik-teknik
khusus perubahan sikap, Pesan
satu -sisi yaitu isi pesan yang menyampaikan keuntungannya saja atau
kerugiannya saja. Sedangkan pesan dua-sisi yaitu isi pesan yang
menyampaikan keuntungan dan kerugiannya sekaligus pada suatu objek.
Kredibilitas
Sumber, Sumber yang
benar dapat meningkatkan efektivitas pesan karena sumber yang benar
dapat memunculkan keyakinan pada komunikan.
Fear
Appeals ( seruan rasa takut), Fear
appeal akan mengakibatkan peningkatan perubahan sikap karena ia akan
meningkatkan ketertarikan dan menghasilkan perhatian dan pemahaman
yang lebih besar. Ada tingkatan fear appeal yaitu fear appeal
minimal, fear appeal tengah dan fear appeal kuat. Level ketakutan
tinggi dan rendah dalam sutu pesan akan mengakibatkan sedikit
perubahan. Ada tiga elemen kunci (1) besarnya tingkat bahaya dari
peristiwa yang digambarkan (2) kemungkinan terjadinya peritiwa itu
(3) efektivitas sebuah respon yang direkomendasikan
Teori
Inokulasi, penerima
pesan dua-sisi menjadi kebal berinokulasi. Sebagian besar orang yang
memiliki banyak keyakinan yang tidak tertantang dan
keyakinan-keyakinan yang mudah goyah ketika diserang karena
orang-orang tersebut tidak terbiasa mempertahankannya. Suportif
terdiri dari argument argumen yang mendukung kebenaran kutural.
Kontadiktif berisi kemungkinan kontra-argumen terhadap kebenaran
kultural lengkap dengan penyangkalan terhadap kontra-argumen.
Fungsi Sikap
Empat fungsi utama sikap yang dapat bermanfaat bagi
kepribadian:
- Fungsi instrumental: penyelarasan atau kebermanfaatan. Sikap dipegang kuat karena manusia berjuang keras untuk memaksimalkan penghargaan dalam lingkungan eksternal mereka dan meminimalkan sanksi.
- Fungsi Pertahanan diri: Sejumlah sikap kuat dipegang karena manusia melindungi ego mereka dari hasrat mereka sendiri yang tidak dapat diterima atau dari penegtahuan tentang kekuatan-kekuatan yang mengancam dari luar.
- Fungsi ekspresi nilai: Beberapa sikap dipegang kuat karena memungkinkan seseorang memberikan ekspresi positif pada nilai-nilai sentral dan pada jati diri.
- Fungsi pengetahuan: untuk memuaskan kebutuhan pengetahuan atau memberikan struktur dan makna pada sesuatu yang jika tanpanya dunia akan kacau.
Sikap
dan Perilaku, Ada
satu alasan mengapa perubahan sikap mungkin tidak secara otomatis
diikuti perubahan perilaku, yaitu factor lingkungan yang
menghasilkan sikap aslinya biasanya akan tetap berlaku setelah sikap
berubah. Dengan demikian, akan ada tendensi sikap untuk kembali pada
posisi semula setelah mendapatkan paparan pesan persuasive.
Pengondisian
Sikap Klasik, bagaimana
pengondisian klasik terhadap pembelajaran makna emosional bahasa dan
pengondisian makna ini berjalan kata demi kata juga dari sebuah
stimulus fisik menuju sebuah kata.
Model
Proses persuasi, Pesan
satu sisi yaitu pesan yang isi pesannya yang
sangat spesifik. Model ini
menyebutkan bahwa perubahan sikap dimediasikan oleh
pemikiran-pemikiran yang terjadi dibenak penerima pesan, berkembang
dari ketidakpuasan.
Teori
Pemroses-informasi MeGuire,
perubahan sikap terdiri dari enam tahap, yaitu pesan
persuasive harus dikomunikasikan, penerima memperhatikan pesan,
penerima akan memahami pesan, penerima
terpengaruh dengan argument-argumen yang disajikan,
tercapai posisi adopsi baru, terjadi perilaku yang diinginkan.
Model
Sistematik-Heuristik,
Pemrosesan Sistematik merefleksikan pengamatan yang hati-hati,
analitik, dan sungguh-sungguh terhadap pesan. Pemrosesan Heuristik
adalah cara yang lebih sederhana yang menggunakan aturan-aturan atau
skema prediksi untuk membentuk penilaian atau membuat keputusan.
Model
Kemungkinan Elaborasi, Merujuk
pada “keberadaan yang dipikirkan oleh seseorang secara cermat
mengenai informasi yang relevan
dengan masalah yang ada.
Penerapan
Teori Persuasi dalam Media Massa, Media
massa menerapkan penemuan-penemuan riset persuasi untuk permasalahan
komunikasi di dunia-nyata. Satu strategi yang akan dilakukan untuk
meningkatkan kemungkinan keberahasilan teori ini adalah melakukan
riset pada audience target sebelum dan selama pengembangan
strategi-strategi pesan.
Media
Teori
Media, Adanya
jenis media tertentu seperti televisi mempengaruhi bagaimana cara
kita berfikir, tidak semua audience terpengaruh, tetapi berinterkasi
dalam cara yang khusus dengan media.
Teori
Media Klasik,
Media terus berkembang seiring berkembangnya zaman, adanya radio dan
televisi mempengaruhi pola pikir masyarakat dengan apa yang mereka
tonton dan dengar.
Teori
Media Baru,
teknologi interkatif dan komunikasi jaringan, khususnya dunia maya
akan mengubah masyarakat. Era
media yang pertama dengan penekanan pada penyiaran,
(1) sentralisasi produksi (semua menjadi banyak), (2) komunikasi
satu arah, (3) kendali situasi, (4) reproduksi stratifikais sosial
dan perbedaan melalui media, (5) audiens massa yang terpecah, (6)
pembentukan kesadaran sosial. Era
media kedua dengan penekanan pada jaringan,
(1) desentralisasi (2) dua arah (3) di luar kendali (4) demokratisasi
(5) mengangkat kesadaran individu (6) orientasi individu. Dua
pandangan tentang perbedaan media:
- Pendekatan interaksi sosial, membedakan media menurut seberapa dekat media dengan model interkasi tatap muka. Bentuk media penyiaran menekankan pada penyebaran informasi yang mengurangi peluang adanya interaksi, sedangkan media baru lebih interaktif dan menciptakan sebuah pemahaman baru tentang komunikasi pribadi.
- Penekanan integrasi sosial, mengggambarkan media bukan dalam bentuk informasi, interaksi, atau penyebarannya, tetapi dalam bentuk ritual, atau bagaimana mausia menggunakan media sebagai cara menciptakan masyarakat.
Teori
Persamaan Media,
bahwa kita memperlakukan media seperti manusia dan berinteraksi
dengan media seolah-olah mereka nyata.
Teori
Penyusunan Agenda,
masyarakat tidak merespon pada kejadian sebenarnya dalam lingkungan,
tetapi pada gambaran dalam kepala kita, yang disebut dengan
lingkungan
palsu.
Karena lingkungan yang sebenarnya terlalu luas, kompleks, dan terlalu
menuntut adanya kontak langsung. Dengan kata lain penyusunan
agenda membentuk gambaran atau isu yang penting dalam pikiran.
Teori
Pengembangan, pengembangan
cara-cara tentang gambaran yang realitas dengan apa yang dapat
dilakukan oleh strategi atau kampanye, tetapi dengan pengaruh
banyaknya srtategi dan dan kampanye.
Penggunaan,
Kepuasaan, dan Ketergantungan (uses and gratification),
berfokus pada konsumen-anggota audiens- ketimbang pada pesannya.
Auidiens dianggap aktif dan diarahkan oleh tujuan. Media dianggap
sebagai faktor pendukung bagaimana kebutuhan terpenuhi, dan audiens
tahu kebutuhan mereka dan memenuhi kebutuhan tersebut.
Teori
Nilai Dugaan,
Kepuasaan pada penggunaan media ditentukan oleh sikap anda terhadap
media, keyakinan anda tentang media tertentu apa yang dapat memuaskan
anda, dan penilaian anda tentang material ini.
Teori
Ketergantungan,
Individu bergantung pada informasi media untuk memenuhi kebutuhan
tertentu dan mencapai tujuan tertentu. Ada dua faktor yang menentukan
akan seberapa bergantungnya anda pada media, (1) anda akan lebih
bergantung pada media yang memberikan lebih banyak kebutuhan anda
daripada media lain (2) Ketika perubahan sosial dan konflik
meningkat, ada penilaian ulang dan mungkin pilihan baru yang terkait
dengan konsumsi media.
- Bagaimana media mempengaruhi masyarakat : (1) Melihat pada tradisi pengaruhnya (2) Fokus pada bagaimana individu menggunakan media (3) Menunjukkan pada salah satu hasil budaya dari pengaruh media, karena masyarakat akan memilih informasi yang sesuai dengan sikap mereka. Teori media adalah bahwa media mempengaruhi pemimpin opini, selanjutnya menyebarkan informasi, dan mempengaruhi komunikasi yang menghasilkan gagasan dalam masyarakat.
- Bagaimana masyarakat dan media saling mempengaruhi : Interaksi antara pernyataan individu – penggambaran media – opini masyarakat saling terkait satu sama lain.
- Efek media terhadap masyarakat : Mempengaruhi pemikiran sikap, pandangan dan perilaku individu tergantung dari ketersediaan informasi dan informasi yang di dapatkan dan dipahami masyarakat. Seperti gambar2 atau tulisan2 dalam poster atau spanduk kampanye.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar